Monday, October 5, 2015

KD 3.2 PENYAJIAN DATA DALAM BENTUK DIAGRAM BATANG

Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram Batang

Sesuai dengan namanya, diagram batang merupakan penyajian data dalam bentuk batang atau persegi panjang yang disertai dengan sumbu tegak dan sumbu datar. Diagram batang biasa digunakan untuk menggambarkan data cacahan. Terdapat dua jenis diagram batang yaitu diagram batang tegak dan mendatar. Diagram batang tegak digambarkan secara tegak (vertikal), sedangkan diagram batang mendatar digambarkan secara mendatar (horizontal). Setiap batang mewakili kategori data tertentu. Tinggi atau panjang batangnya merupakan frekuensi dari setiap kategori data. Diagram batang mempermudah kita untuk membandingkan setiap kelompok atau kategori data, misalnya untuk menentukan data terbesar dan terkecil.

       Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyajikan data dalam bentuk diagram batang adalah sebagai berikut.
  • Sajikan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi sebelum digambarkan diagram batangnya.
  • Lukis sumbu mendatar dan sumbu tegak yang berpotongan di satu titik pangkal.
  • Tentukan skala yang sesuai.
  • Buat batang untuk masing-masing jenis kategori dengan lebar yang sama.
  • Jarak antar batang terdekat harus sama.
  • Tinggi atau panjang tiap batang harus sebanding dengan nilai data atau frekuensinya.
  • Semua batang harus digambar pada sumbu yang sama (jika diagram batang tegak digambar pada sumbu horizontal, jika diagram batang mendatar digambar pada sumbu vertikal).
  • Agar lebih jelas, diagram diberi judul dan setiap sumbu diberi keterangan nama. Misalnya pada diagram batang tegak jumlah penduduk beberapa kurun waktu, sumbu mendatar merupakan tahun dan sumbu tegak merupakan jumlah.
       Hal-hal di atas berhubungan dengan penyajian data dalam bentuk diagram batang secara manual. Dengan perkembangan teknologi saat ini, kita dapat membuat diagram batang dengan bantuan program komputer misalnya Microsoft Excel dan SPSS.

Contoh 1



Data jumlah siswa setiap jenjang pendidikan di Kabupaten Jember pada tahun 2001 tercatat sesuai tabel berikut.
Sajikan data tersebut dalam bentuk diagram batang.
Penyelesaian:
Misalkan diagram batang yang akan dibuat adalah diagram batang tegak.
Ini berarti, kategori data berada di sumbu datar dan frekuensi tiap kategori berada di sumbu tegak.
Diagram batang dari data pada soal digambarkan sebagai berikut.


Membaca Data dalam Diagram Batang

Langkah-langkah dalam membaca diagram batang yaitu:
  • membaca judul diagram terlebih dahulu.
  • membaca bagian-bagian sumbu datar diagram.
  • membaca bagian-bagian sumbu tegak diagram.
  • membuat kesimpulan berdasar isi diagram, misalnya informasi jumlah atau frekuensi tiap kategori data, data terbesar atau terkecil, perbandingan antarkategori data, dan sebagainya.

Contoh 2



Data jumlah pendaftar ujian masuk SMP Harapan Jaya pada tahun 2001-2005 ditampilkan sebagai berikut.
Tentukan:
  • tahun dengan siswa pendaftar ujian masuk SMP Harapan Jaya terbanyak
  • selisih banyak siswa pendaftar pada tahun 2004 dan tahun 2003.
  • jumlah keseluruhan siswa pendaftar selama tahun 2001-2005.
Penyelesaian:
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kita harus mampu membaca diagram batang.
Amati terlebih dahulu judul dan informasi yangn terdapat pada sumbu tegak dan datarnya, kemudian kemukakan informasi yang diminta.
  • Tahun dengan siswa pendaftar ujian masuk SMP Harapan Jaya terbanyak yaitu batang (persegi panjang) yang memiliki ketinggian tertinggi (frekuensi terbanyak) yaitu pada tahun 2004 dengan 750 orang pendaftar seperti pada diagram berikut.
  • Selisih siswa pendaftar tahun 2004 dan 2003 dapat diketahui dengan menentukan terlebih dahulu nilai data pada batang 2004 dan batang 2003 yaitu dengan membandingkan tinggi batang dengan skala sumbu tegak (sumbu yang memuat jumlah siswa).
Perhatikan diagram batang di bawah ini.
Berdasarkan diagram batang di atas, diperoleh:
banyak siswa yang mendaftar pada tahun 2003 = 550
banyak siswa yang mendaftar pada tahun 2004 = 750
Selisih pendaftar pada tahun 2004 dan 2003 adalah:
750 – 550 = 200 orang.
  • Total siswa pendaftar selama tahun 2001-2005 ditentukan dengan menjumlahkan frekuensi setiap tahun.
Berdasarkan diagram batang di atas, total pendaftar tahun 2001-2005 adalah:
500 + 650 + 550 + 750 + 700 = 3.150 orang


Contoh-contoh di atas merupakan diagram batang tunggal. Selain diagram batang tunggal, terdapat diagram batang majemuk yang digunakan untuk menggambarkan jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin dalam kurun waktu tertentu. Mengapa dikatakan majemuk? Ini karena dalam setiap kategori tahun terdapat 2 kategori lagi yaitu jenis kelamin (perempuan dan laki-laki).
       Kelebihan diagram batang adalah merupakan diagram yang paling sederhana dan paling umum digunakan, sedangkan kekurangannya yaitu diagram batang hanya menyajikan data yang dikelompokkan sesuai kategori dan tidak dapat menampilkan data individualnya.

No comments:

Post a Comment